Orangtua VS Guru

Orangtua VS Guru- Dunia pendidikan saat ini dihebohkan dengan berita guru dipenjara karena mencubit siswanya, dan yang mengadukan hal itu adalah orangtua siswa. Apakah wajar hal yang demikian terjadi? Apakah memang seperti itu kerjasama orangtua dan guru? Apakah orangtua benar dengan memenjarakan guru karena HAM anaknya?


Pendidikan untuk anak tidak akan maksimal jika tidak adanya kerjasama antara orangtua dan guru. Logikanya begini ketika orangtua semerta- merta hanya menyerahkan anak kepada pihak sekolah untuk dicerdaskan otaknya, untuk dibenarkan tingkah lakunya supaya menjadi manusia cerdas dan berakhlak tanpa ikut andilnya orangtua dalam melakukan pendidikan kelanjutan kepada anak terkait hal yang di atas maka hasilnya nihil bagi anak. Begitu juga guru, guru mengajarkan sesuatu dan mendidik siswanya dengan tekun karena hal yang demikian itu merupakan kewajiban atas apa yang dia pilih sebagai profesinya juga tidak akan mencapai tujuan jika tidak bekerjasama dengan orangtua dalam mendidik anak. Jadi, tidak benar adanya jika ada orangtua berharap "Anak saya harus jadi orang cerdas!, Anak saya harus baik budi dan punya sopan santun!", tanpa ikut campur dalam mendidik anaknya.
Jadi, orangtua dan guru itu adalah kolega kerja dalam mencerdaskan si anak bukan "musuh" yang harus serang menyerang dalam segala hal. Guru, siswa dan orangtua merupakan tiga pilar pendidikan yang tidak dapat bekerja dan berdiri sendiri untuk mencapai tujuan pendidikan. Mereka harus bekerjasama, harus selaras, senada dan seirama dalam membentuk karakter penerus bangsa. Dengan kata lain mereka itu seperti bagan di bawah ini:

Siswa, guru dan orangtua memiliki koneksi yang memiliki makna saling berhubungan dan mempunyai visi misi yang sama.
Jadi untuk apa harus saling menyerang? Apakah mencubit siswa karena nakal adalah melanggar HAM? Coba kita telusuri dengan baik, HAM anak hilang jika si anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak, dijauhkan dari lingkungan masa anak- anaknya, tidak memberinya makan, tidak memberinya pakaian dan tidak memberikannya tempat tinggal yang layak, nah itu baru menghilangkan hak nya si anak. Tetapi di dalam hal mendidik jika guru melakukan hal yang demikian bukan mengambil hak-nya si anak tetapi adalah memberikan hak anak untuk berubah menjadi baik budi. Akan tetapi hal yang demikian harus diluruskan, hal yang tidak prinsipal sebenarnya bisa didiskusikan dan dipertanyakan bukan menghancurkan profesinya sebagai guru.
Orangtua harus jeli, harus pintar dalam hal memilah dan memilih mana persoalan yang terkait dengan HAM anak yang harus diperjuangkan dan mana yang harus diluruskan.
Saya khawatir jika semua orangtua yang ada di Indonesia ini sedikit- sedikit memerangi dan menyalahkan guru apa jadinya anak- anak bangsa? Apa jadinya kemajuan pendidikan ini?
Saya harap semua pembaca mengerti dengan maksud saya, kekhawatiran saya dan harapan saya.
Saya ingat sebuah quote mengatakan bahwa:" Memuliakan Guru Berarti Memuliakan Ilmu".
Marilah kita jaga silaturrahmi, pergunakan media sosial dengan bijak, utamakan menggunakan azaz kekeluargaan ketika dihadapkan dengan masalah, dan mari kita berperilaku bijak dalam memajukan dan mengembangkan pendidikan bangsa ini.

Post a comment for "Orangtua VS Guru"

Berlangganan via Email