Tips Memilih Tontonan yang Ideal untuk Anak

Tips Memilih Tontonan yang Ideal untuk Anak - Layar datar yang dinamakan dengan TV merupakan salah satu pusat informasi bagi kita dan keluarga, akan tetapi pada era digital ini bukan hanya TV yang berperan cepat sebagai lahan tontonan.

Banyak media informasi yang menjadi tontotan bagi kita dan keluarga salah satunya bioskop. Bioskop merupakan salah satu tempat yang menarik untuk dijadikan tempat refreshing termasuk bagi anak. Hanya saja saat sekarang ini ada pertanyaan besar yang perlu dijawab dengan baik, yaitu "Apakah semua film yang disuguhkan oleh bioskop sudah memfilter para penontonnya?" dan "Sudahkah orangtua memberikan tontonan yang layak bagi anaknya yang sesuai dengan perkembangan usianya?" .

Tips Memilih Tontonan yang Ideal untuk Anak

Dalam bulan Maret- April bioskop menyuguhkan film terbaru dan fenomenal yaitu  Batman Vs Superman. Apa yang ada di benak orangtua akan film ini? Tidak jarang mereka menjadikan sungguhan film tersebut sebagai reward bagi anak- anaknya (usia di bawah 13 tahun), dan juga sebagai rencana akhir pekan mereka.

Sedikit cerita tentang kekhawatiran saya tentang pemandangan yang saya lihat  di Grand Mall Bekasi tanggal 28 Maret lalu, sore itu saya berniat untuk menonton film  Batman Vs Superman bersama teman- teman, apa yang saya lihat? tempat pembelian tiket antri panjang, dan yang membuat saya sangat terkejut lagi adalah orang- orang yang antri di sana adalah para keluarga (orangtua, anak- anak mereka yang saya perkiraan masih berusia 5- 11 tahun), dan juga ada beberapa anak- anak SMP dengan rombongannya saling mengobrol asyik di beberapa bagian pojok bioskop. Pemandangan tersebut entah dapat membuat senang atau membuat saya khawatir. Setahu saya trailler film tersebut menceritakan tentang kekerasan, kriminal, dan adegan ciuman di beberapa segmen. Tapi kenapa? Kenapa orangtua dengan anak- anak yang usia perkembangan sebetulnya tidak diperbolehkan distimulus dengan hal yang demikian? (oke, mungkin mereka nonton film yang lain, ucap saya dalam hati).

Beberapa menit berlalu, semua yang telah membeli tiket di teater 2 dipersilahkan masuk, OH MY GOD, apa yang saya lihat? dominan penonton film ini adalah anak- anak kecil. Ternyata kekhawatiran saya benar. Hampir 3 jam film tersebut main, selama rentang waktu 3 jam itu saya merasa malu pada bagian adegan ciuman karena banyak anak- anak yang berada di dalam sana. Saya ingin tahu sekali, bagaimana mereka para orangtua yang duduk di dekat anak- anak yang menyaksikan adegan tersebut? apa yang dijelaskan oleh orangtuanya? atau orangtuanya malah pura- pura tidak tau? Kemudian bagaimana dengan perkelahian Batman dan Superman, yang memukul, menendang? Pertanyaan mulai banyak bermunculan di otak saya, rasa ingin tahu itu makin lama makin membuat saya prihatin.

Baik, sedikit akan saya jelaskan kenapa kekhawatiran saya sangat memuncak. Anak- anak pada usia 0-11 tahun itu merupakan masa emas dalam membentuk karakter diri maupun konsep diri bagi anak. Orangtua merupakan contoh yang ideal bagi mereka, dan tidak cukup orangtua saja, karena dunia ini sudah memiliki tekhnologi yang canggih maka contoh ideal itu juga datang dari super hero yang ditawarkan atau yang disketsa oleh beberapa orang yang ditampilkan dalam bentuk tontonan. Mereka yang dalam usia perkembangan emas cenderung meniru apa yang mereka lihat, apa yang mereka temui dan apa yang membuat mereka yakin atas pembenaran cara kerja otak mereka sendiri. Maka para orangtua harus sangat berhati- hati untuk saat sekarang ini, ketika orangtua berusaha memodelkan seseorang yang ideal bagi mereka dengan sebaik mungkin, namun ketika beberapa tontonan yang tidak pentig atau buruk hadir, itu juga merupakan dampak yang buruk bagi mereka untuk tidak lagi atau berhenti mengidolakan orangtua mereka. Belum lagi tuntutan dari luar atau yang kita namakan dengan lingkungan, lingkungan terkadang tidak senyaman yang mereka pikirkan. Lingkungan akan memberikan mereka ketidak nyamanan seperti ada teman yang mengejek, akan kah mereka mempraktekkan cara perkelahian Batman dan Superman itu? ntahlah, mungkin saja iya, mungkin saja tidak.

Agar hal yang demikian terhindar dari kelurga, alangkah baiknya para orangtua melakukan beberapa tips di bawah ini untuk memfilter tontonan untuk si kecil:

  1. Ketika hendak memberikan reward kepada anak (membuat rencana akhir pekan) dalam bentuk menonton bersama, cobalah cari tahu tentang tontonan yang lagi booming pada saat itu agar reward tersebut menarik perhatian anak.
  2. Cobalah cari tahu trailler film yang ingin ditonton sebelum menjadikan film tersebut sebagai reward.
  3. Cari tahu dengan baik, pesan moral apa yang akan disuguhkan oleh film itu ketika anak menontonnya.
  4. Bekerjasamalah dengan ayah, atau ibu untuk menentukan film tersebut.
  5. Hindari memilih film yang menyuguhkan kekerasan, dan adegan yang belum pantas mereka tonton.
  6. Saat menonton film tersebut komunikasikan kepada anak tujuan menonton film itu, pesan moralnya apa, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
  7. Setelah menonton film tersebut mintalah anak untuk merangkum film tersebut, dan minta lah anak untuk dapat menceritakan pesan moral (menurut mereka sendiri), agar orangtua tahu apa yang anak pahami setelah menontom film tersebut.
  8. Dan yang terakhir buatlah dengan kesepakatan bersama (orangtua dan anak) tentang jadwal menonton TV di rumah.
  9. Orangtua harus konsisten, kekonsistenan orangtua merupakan harga mati bagi mereka.
Mudah- mudahan tips ini bermanfaat buat kita semua. Marilah kita rawat titipan ILAHI itu dengan baik, karena itu akan dihisab nantinya, dan yang harus diingat lagi bahwa perkembangan bangsa dan agama kedepannya merupakan tanggung jawab orangtua. Orangtua merupakan guru utama, dan rumah merupakan sekolah yang pertama bagi anak. Semangat mengasuh dengan pola asuh yang benar !!!!

Post a comment for "Tips Memilih Tontonan yang Ideal untuk Anak"

Berlangganan via Email